DUA PENGGALANG SMPN 2 LUMBIR RESMI DILEPAS DI PENDOPO SIPANJI UNTUK JAMNAS XII 2026

BANYUMAS — Langkah pembinaan generasi muda di wilayah pinggiran Kabupaten Banyumas kembali membuahkan hasil nyata di panggung nasional. Dua Pramuka Penggalang terbaik asal Gugus Depan SMP Negeri 2 Lumbir, Mareta Putri Ristianingsih dan Andra Arkana Alif Nisdianto, secara resmi dilepas untuk memperkuat kontingen Jawa Tengah dalam perhelatan Jambore Nasional (Jamnas) XII tahun 2026. Acara pelepasan bertempat di Pendopo Sipanji, Kabupaten Banyumas, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Keberhasilan dua pelajar ini menembus ajang perkemahan akbar lima tahunan tersebut menjadi bukti mutlak bahwa keterbatasan geografis bukan merupakan penghalang untuk mengukir prestasi puncak di kancah kepanduan tanah air.

Prosesi pelepasan di gedung bersejarah Pendopo Sipanji tersebut menandai puncaknya perjuangan panjang yang telah dilalui oleh kedua peserta didik. Sebelum berhasil mengamankan posisi sebagai delegasi resmi, Mareta dan Andra harus melewati rangkaian penyaringan yang teratur, ketat, serta melelahkan sejak tingkat pangkalan sekolah, Kwartir Ranting (Kwarran) Lumbir, hingga Kwartir Cabang (Kwarcab) Banyumas. Evaluasi komprehensif tidak hanya menguji ketangkasan teknik kepramukaan (scout skill) seperti navigasi darat, komunikasi sandi, pioneering, dan pertolongan pertama, tetapi juga menyasar ketahanan fisik, stabilitas mental, wawasan kebangsaan, serta pemahaman manajemen kepemimpinan.

Ketua Kwartir Ranting Lumbir, Ary Kurniawan, S.Pd.SD., menegaskan bahwa keberhasilan meloloskan dua utusan sekaligus dari satu pangkalan sekolah yang sama merupakan pencapaian historis bagi kancah kepramukaan di Kecamatan Lumbir. Ia menjelaskan bahwa pihak Kwarran bersama pembina pangkalan telah merancang program pendampingan materi serta pembinaan karakter secara intensif sejak awal tahapan seleksi. Ary Kurniawan menyiratkan bahwa kelulusan Mareta dan Andra ke level nasional membuktikan efektifnya pola pembinaan berjenjang yang diterapkan di wilayahnya, sekaligus menjadi sarana pembuktian bahwa potensi kader-kader Pramuka di daerah pedalaman Banyumas memiliki kualitas sepadan untuk bersaing secara sehat dengan utusan dari kawasan perkotaan.

Pihak sekolah SMPN 2 Lumbir juga memberikan sokongan penuh terhadap seluruh tahapan persiapan yang dijalani oleh kedua siswanya. Sekolah memfasilitasi kebutuhan sarana latihan, memberikan kelonggaran akademis, serta berkoordinasi dengan pengurus Kwartir Cabang Banyumas untuk memastikan kesiapan fisik dan mental para peserta optimal. Jelang keberangkatan menuju arena Jamnas XII 2026, kedua penggalang ini telah mengikuti program pemusatan latihan (Training Center) secara terpusat. Pembekalan tidak hanya berkutat pada penguatan teknik kepanduan modern dan simulasi krisis, melainkan mencakup latihan pentas seni budaya lokal guna mempromosikan kekayaan tradisi Banyumas dan Jawa Tengah di ajang nasional.

Kegembiraan dan rasa syukur mendalam disampaikan secara langsung oleh Pembina Pramuka SMP Negeri 2 Lumbir, Ali Handoko, S.E., saat menghadiri prosesi pelepasan anak didiknya di Pendopo Sipanji. Ia menyoroti bahwa perjuangan yang ditempuh oleh Mareta dan Andra membutuhkan konsistensi serta pengorbanan yang sangat besar.

“Kami merasa sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh Mareta Putri Ristianingsih dan Andra Arkana Alif Nisdianto. Perjalanan mereka untuk sampai di titik ini sama sekali tidak instan. Kedua siswa kami telah melewati gemblengan latihan yang berat, pemantapan mental, serta berbagai tahapan ujian kecakapan yang sangat ketat dari tingkat sekolah hingga tingkat cabang,” tutur Pembina Pramuka SMPN 2 Lumbir, Ali Handoko, S.E.

Ali Handoko menambahkan bahwa keberhasilan dua siswa tersebut melenggang ke perhelatan Jamnas XII 2026 memberikan dampak psikologis yang sangat positif bagi iklim pendidikan di sekolahnya.

“Kehadiran Mareta dan Andra sebagai wakil Jawa Tengah adalah pembuktian nyata bahwa sekolah yang berada di wilayah pinggiran seperti SMPN 2 Lumbir sanggup melahirkan kader kepanduan berkualitas nasional. Ini mematahkan stereotipe bahwa fasilitas terbatas menjadi penghalang untuk berprestasi di tingkat tertinggi,” lanjut Ali Handoko, S.E.

Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada kedua anak didiknya agar tetap rendah hati dan menjaga integritas selama berada di perkemahan nasional kelak.

“Harapan kami, Mareta dan Andra senantiasa menjaga kesehatan, mempertahankan kedisiplinan, serta menjaga nama baik Gugus Depan SMPN 2 Lumbir, Kwarran Lumbir, Kwarcab Banyumas, dan Kwarda Jawa Tengah. Jadikan momentum emas ini untuk menimba ilmu, memperluas jejaring persaudaraan antar-anak bangsa dari seluruh Nusantara, dan kembali ke daerah sebagai teladan bagi rekan-rekan serta adik kelasnya,” pungkasi Ali Handoko, S.E.

Rasa haru dan tekad bulat turut diungkapkan langsung oleh salah satu peserta terpilih, Andra Arkana Alif Nisdianto, mewakili rekannya sesama utusan daerah.

“Saya merasa sangat terharu, bangga, dan tidak pernah menyangka bisa mendapat kepercayaan sebesar ini. Menjadi bagian dari kontingen Kwarda Jawa Tengah dan membawa nama SMPN 2 Lumbir serta Kwarcab Banyumas di Jambore Nasional XII 2026 adalah impian besar kami sejak pertama kali dilantik sebagai Pramuka Penggalang,” ujar Andra Arkana Alif Nisdianto dengan nada penuh semangat.

Andra berjanji akan mencurahkan seluruh kemampuan terbaiknya untuk menjaga kehormatan kontingen daerah selama kegiatan berlangsung.

“Proses latihan yang kami jalani memang menyita waktu dan menguras fisik, tetapi dorongan semangat dari Pak Ali Handoko, para guru, pengurus Kwarran, orang tua, dan teman-teman menjadi energi utama kami. Kami berjanji akan berusaha sekuat tenaga, tampil maksimal dalam setiap kegiatan Jamnas, dan membawa pulang pengalaman berharga untuk kemajuan gerakan Pramuka di Banyumas,” tegas Andra.

Pelepasan resmi di Pendopo Sipanji ini menegaskan kesiapan penuh kontingen Banyumas untuk berkontribusi aktif dalam Jambore Nasional XII 2026. Keikutsertaan Mareta Putri Ristianingsih dan Andra Arkana Alif Nisdianto diharapkan menjadi pemicu motivasi bagi seluruh anggota Pramuka muda di Jawa Tengah untuk terus menembus keterbatasan dan mengukir karya di panggung nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *