Sinergi Lintas Sektoral: Pramuka Peduli Lumbir Perkuat Pengamanan Jalur Selatan di Posko Nataru 2025

LUMBIR – Sinergitas lintas sektoral di wilayah perbatasan jalur selatan Jawa Tengah semakin diperkuat melalui visitasi koordinasi di Posko Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 yang dipusatkan di Pendopo Kecamatan Lumbir, Jumat (26/12). Langkah strategis ini diambil guna memastikan kesiapan personel Pramuka Peduli dalam mendukung pengamanan objek vital serta kelancaran arus mudik dan balik di titik rawan kemacetan.

Kegiatan visitasi tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Kecamatan Lumbir bersama unsur TNI dan Polri untuk memberikan pengarahan teknis kepada para relawan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi lapangan agar setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi secara dini dan terukur oleh seluruh personel yang bersiaga.

Ketua Posko Nataru Pramuka Peduli Kwarran Lumbir, Agus Prihatin, S.Pd., memaparkan bahwa kekuatan personel pada hari ini diperkuat oleh delegasi guru pembina dari berbagai satuan pendidikan. Ia menjelaskan bahwa para pendidik tersebut terjadwal secara khusus untuk memberikan pengabdian nyata di luar tugas kedinasan sebagai bentuk dedikasi kepada masyarakat.

Agus menyebutkan bahwa keterlibatan aktif para pembina dari pangkalan sekolah dasar menjadi bukti solidnya struktur Pramuka di tingkat Kwartir Ranting dalam merespons agenda nasional. Pihaknya mengaku bangga atas antusiasme para guru yang tetap bersemangat mengabdi meski di tengah masa libur semester.

“Relawan pembina yang bertugas hari ini berasal dari pangkalan SDN 1 Cingebul, SDN 2 Kedunggede, SDN 2 Dermaji, dan SDN 2 Lumbir, di mana mereka semua sudah siap siaga menjalankan tugas kemanusiaan,” ujar Agus Prihatin saat memberikan laporan di posko.

Dalam tinjauan tersebut, jajaran Polri melalui Kanit Shabara Polsek Lumbir, Sarjoko, memberikan arahan mengenai prosedur pengamanan area publik di sekitar pusat pemerintahan. Ia menekankan bahwa kehadiran relawan sangat membantu kepolisian dalam memperluas jangkauan pengawasan, mengingat keterbatasan personel Polri di lapangan.

Sarjoko menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut sangat krusial untuk menjaga stabilitas wilayah dari potensi tindak kriminalitas maupun gangguan ketertiban umum. Pihaknya mengapresiasi keberanian dan kerelaan anggota Pramuka dalam mengambil peran sebagai mitra keamanan di garda terdepan.

“Kami sangat terbantu dengan adanya rekan-rekan Pramuka yang turut membantu penjagaan keamanan di sekitar kantor Kecamatan Lumbir, Korwilcam, Koramil, hingga Puskesmas Lumbir,” tutur Kanit Shabara, Sarjoko, yang saat itu didampingi oleh Bhabinkamtibmas, Ngisomudin.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Ngisomudin menambahkan bahwa peran relawan pembina dalam mengedukasi masyarakat mengenai keselamatan berkendara sangatlah efektif. Ia menilai pendekatan humanis yang dilakukan Pramuka seringkali lebih mudah diterima oleh para pengguna jalan yang sedang melintas.

Dukungan serupa datang dari pihak TNI melalui perwakilan Koramil Lumbir, Bapak Ali Mashad, yang memantau langsung kesiapan fisik dan mental para petugas posko. Ia mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu di penghujung tahun menuntut kewaspadaan ekstra dari setiap personel yang bertugas di area terbuka.

Ali Mashad menginstruksikan agar setiap temuan di lapangan segera dikoordinasikan secara berjenjang agar dapat diambil tindakan cepat oleh instansi terkait. Menurutnya, akurasi informasi dari para relawan adalah kunci dalam menjaga kelancaran jalur selatan yang dikenal memiliki medan cukup menantang.

“Selain fokus pada keamanan objek vital, kami titipkan agar personel terus konsisten melakukan pemantauan arus lalu lintas sekitar guna menjamin kenyamanan para pemudik,” ungkap Bapak Ali Mashad dari Koramil Lumbir.

Sekretaris Camat (Sekcam) Lumbir, Diyati, yang mendampingi jalannya koordinasi, memastikan bahwa pemerintah kecamatan memberikan fasilitas penuh bagi kelancaran operasional posko. Ia menyampaikan bahwa sinergi ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat melalui berbagai unsur organisasi kepanduan dan aparat keamanan.

Diyati menambahkan bahwa kekompakan antara TNI, Polri, dan Pramuka di Lumbir menjadi barometer keberhasilan pengamanan wilayah setiap tahunnya. Beliau berharap semangat gotong royong ini terus terjaga hingga masa operasional posko berakhir pada awal tahun mendatang.

“Apresiasi setinggi-tingginya untuk para guru pembina SDN yang bertugas, dedikasi kalian adalah energi bagi pelayanan publik di Kecamatan Lumbir,” kata Diyati dengan penuh rasa bangga.

Kasi Pelayanan Kecamatan Lumbir, Mujiono, turut menyoroti pentingnya standar pelayanan prima yang harus tetap terjaga oleh para petugas posko selama 24 jam. Ia menjelaskan bahwa kecepatan respons terhadap keluhan warga atau pemudik akan menjadi tolok ukur keberhasilan kerja sama lintas sektoral ini.

Mujiono berpesan agar para relawan tetap menjaga kesehatan dan performa, mengingat beban tugas diprediksi akan meningkat menjelang malam pergantian tahun. Baginya, keselamatan petugas tetap menjadi prioritas utama di samping menjalankan kewajiban pelayanan kepada masyarakat umum.

“Sinergi ini membuktikan bahwa dengan kerja sama, kita bisa menciptakan suasana Nataru yang aman dan damai bagi seluruh warga Lumbir,” pungkas Mujiono menutup sesi visitasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *